• IMG 0634

    Kalau kau sedang mudah bukan karena keadaan yang sedang mudah tapi karena kau sedang dimudahkan

  • IMG 0293

    Biasanya kebaikan yang benar-benar baik diawal-awalnya selalu sering tidak nampak sebagai kebaikan.

  • pasar terapung

    Setiap keinginan hampir selalu dikabulkan untuk waktu yang hampir tidak bisa ditentukan

  • siring banjar

    Jangan sok bahagia agar kau tak makin menderita, Buatlah hatimu mudah gembira. Caranya, melihat, merasa, mengundang soal-soal yang menggembirakan. Ia Berserakan di sekitarmu.

  • angsana pantai

    Banyak kata-kata bijak yang berhenti pada tingkatan kata-kata.

  • samber gelap

    Hati-hati dengan gaya ! Yang menurutmu gaya dihari ini bisa jadi aibmu dikemudian hari.

  • 3

    Yang besok akan jadi kini . Yang kini akan jadi silam.

  • loksaa

    Merasa BISA , sering menjangkiti pihak yang sesungguhnya TIDAK BISA.

  • 123

    Dengan memiliki BLOG Pribadi , mungkin sesekali kita akan mendapat maki . Tetapi jika sabar, kita akan mengerti dengan baik bahasa zaman terkini , bawa santay lah !.

  • labirin phr

    Toleran bukan berarti setuju. Apalagi mendukung . Toleran hanya tidak memusuhi.

  • Kita adalah Pembelajar

    Tak ada yang menakutkan dari masa depan . Ia hanyalah masa silam yang masih menunggu didepan.

  • Kita adalah Pembelajar

    Setiap kita punya sisi malas . Lawan !! .

  • Kita adalah Pembelajar

    Nasihat hanya penting untuk yang masih mungkin.

  • Kita adalah Pembelajar

    Kamu boleh JOMBLO dan KESEPIAN tapi jangan hilang MAKNA .

  • Kita adalah Pembelajar

    Guru yang mengubah murid adalah guru yang dicintai dan Guru yang dicintai adalah Guru yang mencintai murid.

  • bukit batas

    Belajar dari Kehidupan ! Hidup ini keras maka gebukkilah !.

  • Kita adalah Pembelajar

    Hidup akan bermakna jika jumlah manfaat kita melebar,meninggi dan mendalam .

  • Kita adalah Pembelajar

    Sesuatu yang dapat dihindari, mengapa harus dihadapi. Bijaklah dalam memenuhi panggilan .

  • Kita adalah Pembelajar

    Kejenuhan adalah hal-hal mekanis, tepikan ia dengan nilai-nilai ideologis .

30/08/12

Posted by toniey
| 02.11
 Agung : Lapor pak polisi, suzuki APV saya plat nomor mobil B 9024 HQ baru saja dicuri dixxxxx
Polisi : Saudara jangan berbohong, saudara bisa dijerat pidana atas laporan palsu.
Agung : hmm … (klik) … bunyi telpon ditutup


Apa yang sebetulnya terjadi? betulkan itu sebuah laporan palsu?

Rahasia dibalik plat nomor mobil dan mobil dikelompokkan sesuai jenisnya. Contoh untuk wilayah DKI Jakarta yang berplat "B" untuk sepeda motor menggunakan nomor awalan 3,4,5 dan 6 (sebagian karena kesalahan adm ada yang menggunakan angka 7) 

sedangkan mobil menggunakan nomor dengan awalan angka 1,2,7,8 dan 9. Pada kasus diatas "B 9024 HQ" mobil dengan awalan angka 9 adalah mobil angkut barang/pick up, jadi pak polisi-nya bisa langsung tahu kalau laporan tersebut adalah laporan palsu.
  
Terkadang menggunakan 3 digit, seperti B 123 AA. Nomor seperti ini memang disiapkan oleh Polda untuk bisa di beli oleh masyarakat yang punya duit lebih. Besaran harga sekitar Rp. 1 juta sampai Rp 5 juta, apalagi bila nomornya (lebih) unik, bisa dibaca akan lebih mahal tarifnya.

 

contoh : B 234 SG (baca: B 234 56), atau B 168 OS (baca : BIG BOS). Variasi lainnya seperti nomor ganda dan huruf ganda, seperti B 111 SS (baca : BIS) atau B 10 LA (baca : BIOLA)



Untuk angka 1 dan 2 digit biasanya dipakai oleh kalangan pejabat dan pengusaha kaya mulai dari nomor 1 sampai 99.
Untuk menandakan punya pemerintah atau pengusaha lihat saja warna platnya, kalau plat merah berarti mobil dibeli dari uang rakyat, kalau plat hitam berarti dibeli atas nama pribadi.




Pengeculaian untuk Presiden menggunakan "INDONESIA 1 dan INDONESIA 2" untuk wakil presiden, jajaran mentri dan pembantu setingkat mentri menggunakan RI 3, RI 4, RI 5, RI 6 dan seterusnya sesuai jumlah mentri dan departemen terkait.







Bagaimana kalau mobil duta besar negara sahabat. Ini menggunakan huruf depan CD (corp diplomatik) dan seluruh negara didunia ada nomor CD nya, sebagai berikut :



CD 12: Amerika Serikat
CD 13: India
CD 14: Britania Raya
CD 15: Vatikan
CD 16: Norwegia
CD 17: Pakistan
CD 18: Myanmar
CD 19: China
CD 20: Swedia
CD 21: Arab Saudi
CD 22: Thailand
CD 23: Mesir
CD 24: Perancis
CD 25: Filipina

dan seterusnya ..


 

INI YANG PALING ISTIMEWA CUMA ORANG PENTING YANG PUNYA
PLAT  ISTIMEWA

Yang patut kita waspadai dijalan adalah akhiran BP (bantuan polisi),BS (Bebas Sweeping)atau (Bantuan Sipil), BL(Bantuan Laut), BD (Bantuan Darat), BU(Bantuan Udara) karena ini merupakan nomor untuk keluarga besar TNI dan Polisi, kalau bisa beli mobil eks polisi, lumayan dapat B 11 BP minimal saat ada razia gabungan bisa "lewat saja sambil melenggang
                                                                                     
Berikut KODE WILAYAH PLAT NOMOR POLISI KITA di INDONESIA

PULAU SUMATERA DAN SEKITARNYA

BL = Seluruh Aceh, Kabupaten Pidie, Kabupaten Pidie Jaya, Barat, Kabupaten Nagan Raya, kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Bireuen, Kota Lhokseumawe, Kota Sabang, Kota Subulussalam, Kota Langsa, Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Simeulue

BB =
Sumatera Utara bagian Barat (pesisir Barat)

BK =
Sumatera Utara bagian Timur (pesisir Timur)

BA =
Sumatera Barat Kota Padang, Kota Pariaman, Kota Payakumbuh, Kota Padang Panjang, Kabupaten 50 Kota, Kabupaten Pesisir Selatan

BM =
Riau

BP =
Kepulauan Riau

BG =
Sumatera Selatan

BN =
Kepulauan Bangka Belitung

BE =
Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Timur, Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Way Kanan, Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kabupaten Mesuji, Kabupaten Lampung Barat

BD =
Bengkulu

BH =
Jambi 


PULAU JAWA (JABAR DAN SEKITARNYA)


A =
Banten: Kabupaten/Kota Serang, Kabupaten Pandeglang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak, sebagian Kabupaten Tangerang

B =
DKI Jakarta, Kabupaten/Kota Tangerang, Kabupaten/Kota Bekasi(B-K**), Kota Depok

D =
Kabupaten/Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat

E =
eks Karesidenan Cirebon: Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan

F =
eks Karesidenan Bogor: Kabupaten/Kota Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi

T =
Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, sebagian Kabupaten Bekasi, Kabupaten Subang

Z =
Kabupaten Garut, Kabupaten/Kota Tasikmalaya, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Ciamis, Kota Banjar

G =
eks Karesidenan Pekalongan: Kabupaten/Kota Pekalongan, Kabupaten/Kota Tegal, Kabupaten Brebes, Kabupaten Batang, Kabupaten Pemalang  


JAWA TENGAH DAN SEKITARNYA


H = eks Karesidenan Semarang: Kabupaten/Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak

K =
eks Karesidenan Pati: Kabupaten Pati, Kabupaten Kudus, Kabupaten Jepara, Kabupaten Rembang, Kabupaten Blora, Kabupaten Grobogan, Kecamatan Cepu

R =
eks Karesidenan Banyumas: Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara

AA =
eks Karesidenan Kedu: Kabupaten/Kota Magelang, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Wonosobo

AB =
DI Yogyakarta: Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo

AD =
eks Karesidenan Surakarta: Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo , Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Klaten 


JATIM DAN SEKITARNYA


L = Kota Surabaya (kode nomor polisi L adalah satu-satunya kode nomor polisi yang hanya dimiliki oleh satu daerah setingkat kota/kab)

M =
eks Karesidenan Madura: Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sumenep, Kabupaten Sampang, Kabupaten Bangkalan

N =
eks Karesidenan Malang: Kabupaten, Kabupaten/Kota Probolinggo Kabupaten/Kota Pasuruan, Kabupaten Lumajang, Kota Batu

P =
eks Karesidenan Besuki: Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi

S =
eks Karesidenan Bojonegoro: Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten/Kota Mojokerto, Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Jombang

W =
Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik

AE =
eks Karesidenan Madiun: Kabupaten/Kota Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan

AG =
eks Karesidenan Kediri: Kabupaten/Kota Kediri, Kabupaten/Kota Blitar, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Trenggalek 

BALI DAN SEKITARNYA


DK = Bali

DR =
NTB I (Pulau Lombok: Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah)

EA = NTB II (Pulau Sumbawa: Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten/Kota Bima)
/Kota Kupang, Kabupaten TTU, TTS, Kabupaten Rote Ndao)

EB = NTT II (Pulau Flores dan kepulauan: Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Alor)


ED = NTT III (Pulau Sumba: Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Timur) 
        
 PULAU KALIMANTAN

KB = Kalimantan Barat

DA = Kalimantan Selatan, dipakai di seluruh Kalimantan sebelum pembagian provinsi
KH = Kalimantan Tengah

KT = Kalimantan Timur 


PAPUA
PULAU SULAWESI DAN SEKITARNYA


DB = Sulawesi Utara Daratan (Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan)

DL = Sulawesi Utara Kepulauan (Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kabupaten Kepulauan Sitaro)

DM = Gorontalo

DN = Sulawesi Tengah

DT = Sulawesi Tenggara

DD = Sulawesi Selatan

DC = Sulawesi Barat

DE = Maluku

DG = Maluku Utara 


DS = Papua dan Papua Barat

Semoga bisa bermanfaat buat semua...,Jika postingan ini bermanfaat anda boleh klik "suka"...dan "share"