30 Januari 2011

Arti Sakinah , Mawaddah, Warahmah ? ( sering nyebut...tp artinya tau ngga ?)


Nah, agan-agan pembaca blog-pembelajar yg budiman.....
Sekedar sharing saja, jika ada yang kurang dalam penyampaian ini mohon dikoreksi.

Saya seorang Al-Fakir wal Jahily mengakui bahwa postingan ini  bersumber dari Alquran-AlHadist dan Kitab Ilmu lainnya, trus diselipin sedikit "bumbu"dari postingan blognya temen-temen jihad hati. 


Bro and sista dan agan-agan semua sering mendengar atau pula malahan sering ucapin langsung ,yaitu ucapan selamat atau do’a kepada saudara/kerabat/teman.

ucapan yang "akan menyempurnakan setengah agamanya"( ini al-hadist lho..)
yaitu ME-NI-KAH.




ucapan itu adalah suatu kalimat dan sebenarnya ucapan itu adalah tersirat dan penuh doa .

contoh : *Selamat ya Fren “Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.” 

atau : *"Wah, Bro....akhirnya kau temukan tambatan hatimu ,selamat yaa...ni amplopnya ( hihihi ) dan semoga jadi keluarga yang Sakinah Ma Waddah Wa rahmah"ya broo..

nah, itu kalimat tentunya sudah sangat anda kenal dan sangat familiar bukan?

tapi apakah anda paham betul dengan makna yg sering anda ucapkan tadi ??

atau anda terkesan menjadi "kaum yg suka-suka ngikut-ngikut" budaya tanpa dilandasi pengetahuan atau rasa ingin tahu , sesuatu itupun yg padahal belum anda pahami maknanya ?
( sedikit pedas nih kalimatnya ...nikmatin aja bro.. )

Oke , bertujuan sekedar sharing saja, jika ada yang kurang dalam penyampaiannya mohon saya dikoreksi.

Nah,kita awali dulu dengan kata “Sakinah”.

Defenisinya Sakinah , Merupakan pondasi dari bangunan rumah tangga yang sangat penting.
Tanpanya, tiada mawaddah dan warahmah. Kalaupun ada, tidak akan bertahan lama.
Sakinah itu meliputi :  Kejujuran, Pondasi iman dan Taqwa kepada Allah SWT. Mengapa sakinah begitu penting dalam pernikahan?
Seperti kita tahu bahwa pernikahan itu tidak hanya ikatan suci di dunia, melainkan ikatan tersebut akan dipertanggungjawabkan juga di akhirat.

Dalam Al Qur’an pun dikatakan bahwa suatu saat, akan banyak orang yang saling berkasih sayang di dunia, tetapi di akhirat kelak mereka akan bermusuhan, menyalahkan dan saling melempar tanggung jawab.
Kecuali orang-orang yang berkasih sayang dilandasi dengan cinta kepada Allah SWT.
Itulah sakinah. Sungguh indah bukan, jika suatu ikatan suci dilandasi dengan sakinah.

Sekarang apakah anda sudah mulai paham dengan arti Sakinah tadi ? 

Yang kedua adalah Mawaddah.

Mawaddah adalah wujud dan berupa curahan kasih sayang.
Setiap mahluk Allah selalu diberikan sifat ini, mulai dari hewan,jin sampai manusia.
Dalam konteks pernikahan, contoh mawaddah itu berupa “kejutan” suami untuk istrinya, begitu pun sebaliknya.
Misalnya suatu waktu si suami bangun pagi-pagi sekali, membereskan rumah, menyiapkan sarapan untuk anak-anaknya. Dan ketika si istri bangun, hal tersebut merupakan kejutan yang luar biasa.,,

Banyak sekali contoh mawaddah yang bisa dilakukan untuk menambah rasa kasih sayang kepada pasangan. ini contoh sekedar bocoran untuk suami maupun istri, buatlah jadwal kejutan sehingga rumah tangga akan semakin manis, semakin indah, meskipun ditengah krisis ekonomi dan lain-lain  (hehe, gak nyambung pisang)

Oke, dan kata terakhir adalah Wa Rahmah.

Wa Rahmah ini hubungannya dengan kewajiban. Kewajiban seorang suami menafkahi istri dan anak-anaknya, mendidik, dan memberikan contoh yang baik. Kewajiban seorang istri untuk mena’ati suaminya. Intinya warahmah ini kaitannya meliputi dengan seeeeeeeeegala... kewajiban-kewajibannya.

Kawan-kawan , dengan tetap memegang nilai-nilai toleransi thd umat lain dan tetap memberikan sikap dan tabiat yg halus pada tiap insanNya .
kita patut bersyukur karena dilahirkan sebagai umat islam.

Karena apa ? Ya, karena Semua tata cara dan tatanan dari mo tidur malam sampe bangun pagi lalu berangkat beraktivitas sehari-hari , bergaul, bersikap, berkata-kata, berinteraksi dengan tiap makhluk, hingga mo tdr malam lagi ...de-el el -de -el
dalam kehidupan ini telah diatur dan di tatan sedemikian rupa serta selalu bisa dibuktikan terus relevansi dan kebenarannya.

Semua petunjuk dalam hal meliputi tatanan apapun telah disediakan oleh islam.
“Manual book” kita sebenarnya adalah yang paling kumplit bin kumplit diantara "yg" lain.
Alhadist memberikan aturan dalam tiap gerakan kita ( maka dari itu sempurnakan niat anda terlebih dahulu )

Namun cukup miris dan sayangya banget , hanya kita nya ini saja yg mau menikmati ke"bego"an kita...
( iih..syerrem banget bacanya  hihih ) 

kita masih kurang belajarnya...belajar memahami syariat kita sendiri dan syiar kita, baik yang tersurat maupun yang tersirat.

and than kapankah kita benar-benar mulai menjadi Pembelajar buat kita sendiri , menengok dunia ini dengan dinamis,bukan dalam satu lingkup saja ?


Bai De Wei , ambilah intisari yang terkandung didalam postingan ini. semoga dan pasti saja akan bermanfaat .
oleh karena itu ..yuk kita nikah  ? hihihi..

ya iyalah..masa ya iya dong.....


Note ; yang nganggap postingan ini lebay...silakan saja...saya doakan semoga cepet kembali dan cepet sadarnya..karena kita masih punya nafas. 

salam sakinah ma waddah wa rahmah..